Renstra

Berkaca terhadap kondisi eksisting Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah saat ini, sasaran pembangunan bidang Kelautan dan Perikanan yang diinginkan pada tahun 2009 – 2013 secara garis besar adalah sebagai berikut

  1. Meningkatkan ekspor produk perikanan rata-rata sebesar 5,10 % per tahun, atau peningkatan produksi sebesar ± 850 ton per tahun.

  2. Meningkatkan produksi perikanan tangkap rata-rata sebesar 1,0 % per tahun, atau peningkatan produksi sebesar 2.695,7 ton per tahun, dan pendapatan nelayan (penangkapan di perairan laut dan perairan umum) sebesar 0,93% per tahun. 

  3. Penetapan peningkatan produk sebesar 1,0% per tahun, merupakan akumulasi kenaikan dari hasil penangkapan di perairan laut dan perairan umum dimana kenaikan dari penangkapan di perairan umum cukup signifikan lebih dari 1% per tahun.  Peningkatan tersebut dapat terjadi dengan memperhitungkan upaya-upaya perbaikan kinerja penangkapan ikan seperti: Optimalisasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan, Peningkatan Kualitas Hasil Tangkapan, Pembangunan, Rehabilitasi dan Peningkatan Sarana Prasarana PPP serta Pengelolaan dan Pengendalian Sumber Daya Ikan.

  4. Meningkatkan produksi perikanan budidaya rata-rata sebesar 6,62 % per tahun, atau peningkatan produksi sebesar 4.971,4 ton per tahun, dan pendapatan pembudidaya ikan sebesar 6,59% per tahun.  Lele merupakan komoditas terandalkan dengan estimasi pertumbuhan produksi per tahun rata-rata mencapai 17%, disusul komoditas Nila, Gurame, Kepiting/Rajungan, Kakap, Mas, Udang putih, Bandeng dan Udang Windu dengan rata-rata pertumbuhan produksi per tahun berturut-turut:  12%, 10%, 10%, 10%, 8%, 6%, 4% dan 2%.  Pertumbuhan produksi komoditas-komoditas tersebut ditunjang dengan upaya-upaya seperti: penerapan dan pembinaan CBIB dan CPIB, Pembinaan dan Pendampingan, Pengembangan dan Penyelenggaraan Karantina Perikanan dan Sistem Pengelolaan Kesehatan Ikan, Pengembangan Sarana-Prasarana Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Payau dan Laut, serta Peningkatan dan Pengembangan Teknologi Budidaya udang, produksi budidaya komoditas ini diharapkan mampu meningkat menjadi 2% per tahun.

  5. Meningkatnya konsumsi makan ikan rata-rata sebesar 2,40% per tahun atau meningkat 0,28 kg/kapita/tahun melalui Program ”Gemar Makan Ikan”..

  6. Meningkatnya jumlah dan peranan petugas penyuluh pada desa yang berpotensi perikanan, dari sejumlah 204 orang (pada tahun 2008) menjadi sejumlah 8.559 orang (tahun 2013).  Peranan petugas penyuluh tersebut disertai pula dengan dukungan aktivitas lembaga perikanan serta sarana penyuluhan di Kecamatan dan Desa.