Jakarta- Indonesia Fisheries expo dan Indonesia Onamental Fish Expo 2009 merupakan one stop fisheries and sea food product 2009 tidak salah lagi jika segala produk/makanan yang berbahan baku terbuat dari hasil-hasil laut di tampilkan disini.
Mulai dari jenis ikan hias yang indah sampai dengan makan yang dianggap ekstrim jika di konsumsi namun kasiatnnya luar biasa untuk kesehatan manusia. Pameran yang digelar di Jakarta Convesion Center (JCC) di buka langsung oleh menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Fredy Numbery Kamis (8/10).
Dalam sambutanya Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi mengatakan produk olahan hasil laut Indonesia tak kalah dengan negara-negara lain. Oleh karena itu hasil - hasil olahan tersebut perlu di kembangkan lagi dengan kualitas yang terjamin sehingga bisa menembus pasar internasional.
Pameran yang hampir di ikuti oleh seluruh provinsi Indonesia itu berlangsung selama tiga hari itu (08- Okt-11 ) mengundang perhatian public yang gemar mengoleksi dan mengkonsumsi hasil-hasil laut, tidak hanya itu pengusaha kelas atas maupun kelas bawah ikut dan datang menyaksikan pertunjukan akbar yang di gelar oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Periakan Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Seluruh provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanannya memamerkan potensi daerah dan komoditas unggulan yang siap di investasikan. Contohnnya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua memamerkan komoditas unggulannya seperti rumput laut, Ikan asar, Ikan asin, gelembung ikan, kerang dan teripang. Selain itu Provinsi Papua juga menampilkan data potensi dan peluang investasi yang cukup menjanjikan jika di kelolah.
Menurut Penanggung Jawab Stand Provinsi Papua Fernandes Silaen S.Pi, M.Sc mengatakan Jika selama ini dimata masyarakat Indonesia Papua merupakan daerah yang rawan konflik semua ditepisnnya dengan tawaran investasi yang nyaman. Masyarakat Papua mengolah hasil-hasil lautnnya masih dengan cara tradisional."kami hanya tampilkan data dan potensi, namun siapapun yang ingin berinvestasi di sana kami siap membantu dan "menfasilitasi" ".ajaknnya.
Selain Provinsi Papua, Provinsi Jawa Tengah memamerkan ukiran-ukiran yang terbuat dari keong dan kerang mutiara. Bali (Buleleng) mengajak investasi dengan okowisata dan kerang mutiara yang di kembangakan sudah menembus pasar luar negeri. Provinsi Kalbar menawarkan harga yang fantastik ikan hias Arowana Gold menjapai Puluhan juta rupiah. Kalimantan Timur menyajikan bakso rumput laut. NTT menampilkan berbagai jenis mutiara bahkan Bianaan Dirjen P2HP menempilkan seluruh produk kerupuk yang terbuat dari ikan (Bandeng Sosis sampai keripik ikan) bahkan cemilan tulang ikan pun di sajikan.
(Agus Rahmawan/SIM DKP Papua)