News and Info



18 Desember 2011 | 20:46 wib

Kepiting Lezat Dan Halal

KEPITING LEZAT DAN HALAL

D.Pratiwi

 
 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

Kita semua pastilah mengetahui seperti apa bentuk kepiting itu dan sebagian dari kita tentulah juga  pernah merasakan bagaimana lezat dan nikmatnya saat menikmati daging kepiting karena teksturnya lembut dan kaya akan gizi.

Kepiting memiliki kandungan lemak yang relatif rendah apabila dibandingkan dengan daging ikan maupun daging hewan darat seperti pada ternak. Menurut para ahli dari 100 gram kandungan lemak total, pada kepiting hanya memiliki 0,3 gram; ikan tuna 1,01 gram dan babi 5,41 gram. Kenyataan ini merupakan kabar gembira bagi orang yang membatasi dalam mengkonsumsi pangan berlemak, yang biasa disebut diet lemak.

Kandungan lain yang terdapat dalam daging kepiting adalah asam glutamat, asam amino dan zat asam lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh  manusia, selain itu terdapat juga kandungan mineral dan vitamin lain seperti kalsium, phospor, zat besi serta vitamin A.B.C.

 

 

KEPITING HALAL.....???

Indonesia memang negara berdasarkan pancasila tetapi  mayoritas masyarakatnya adalah muslim/muslimah dimana dalam hal mengkonsumsi apa yang dimakan haruslah memilih makanan yang memang dihalalkan .

Di Indonesia MUI (Majelis Ulama Indonesia) merupakan wadah yang menentukan halal tidaknya suatu produk makanan  maupun minuman.

Menurut MUI pada tanggal 4 Rabi”ul Akhir 1423 H atau menurut kalender nasional jatuh pada tanggal 15 juli 2002 telah mengeluarkan fatwanya  yang menyatakan bahwa kepiting termasuk makanan yang halal.Fatwa MUI ini didasarkan pada  kenyataan bahwa kepiting adalah jenis binatang air yang :

a.     Bernafas dengan insang

b.    Habitat hidupnya di dalam air

c.     Tidak akan pernah bertelur di darat, tetapi di dalam air karena memerlukan oksigen dari air.

Dari kenyataan inilah maka kepiting dinyatakan sebagai bahan baku makanan yang secara alamiah (by nature) dinyatakan halal. Agar kepiting tetaplah halal sebagai makanan maka tentulah harus juga didukung dengan  penggunaan bumbu-bumbu dan bahan tambahan lainnya selama proses memasak harus juga dijaga kehalalannya. Akan percuma saja kepiting apabila dimasak dengan penambahan minyak atau bumbu yang tidak halal maka secara keseluruhan kepiting menjadi haram untuk dimakan.

 

Menurut Epoch times dalam artikelnya yang berjudul Pantangan yang perlu dilakukan selagi menyantap kepiting adalah

 

a.                      Buah kesemek..

               Buah kesemek janganlah disantap bersamaan dengan makan kepiting, karena mereka saling bermusuhan saat terhidang di meja makan.Daging kepiting banyak mengandung protein sedangkan kesemek mengandung banyak banyak asam tanat ( yaitu jenis asam yang dapat menghancurkan protein) sehingga apabila keduanya dikonsumsi secara bersamaan maka protein dalam daging kepiting akan menggumpal, sehingga sulit untuk dicernakan. Apabila keduanya dikonsumsi secara bersamaan maka di dalam usus akan terjadi proses peragian dan akan membusuk sehingga menyebabkan rasa mual, muntah, nyeri perut, dan akhirnya bisa menyebabkan diare dan rasa tidak nyaman lainnya.

 

b.      Teh.

                 Kebanyakan dari kita setelah makan akan minum teh karena itu sudah menjadi habit kita saat menikmati makan.Mulai sekarang jangan lagi lakukan, mengapa... karena minum teh saat makan kepiting akan melumerkan getah lambung dan menurunkan fungsi pembasmi kuman dari getah lambung sehingga bakteri dapat hidup merdeka dalam lambung. Selain itu teh juga mengandung asam tanat yang sama seperti pada kesemek sehingga juga menimbulkan rasa mual dan tidak nyaman di perut.

 

c.       Buah Pir

     Jangan juga makan kepiting sambil juga mengkonsumsi buah pir karena buah pir adalah buah yang bersifat dingin sehingga akan melukai limpa lambung sehingga menyebabkan pencernakan menjadi buruk. Proses sdingin ini juga analog dengan makan daging kepiting bersamaan dengan minum air es, es krim atau minuman dingin lainnya karena akan menimbulkan efek sama yaitu tidak nyaman di perut.

 

d.      Daging Kambing.

     Jangan juga mengkonsumsi daging kepiting bersamaan dengan makan daging kambing, karena daging kambing bersifat panas sementara daging kepiting bersifat dingin maka apabila dikonsumsi secara bersamaan akan mengurangi fungsi memperkuat dan menghangatkan dari daging kambing juga akan mengganggu limpha lambung

 

Dari referensi ini semoga bagi kita menikmat dan penggemar Sea Food utamanya si legit daging kepiting akan berhati hati pada saat mengkonsumsinya jangan sampai karena ketidak tahuan kita alih alih mendapat manfaat gizi bagi tubuh kita malahan timbul masalah yang akan mengantar kita dari rumah makan terus pergi ke dokter untuk berobat.