News and Info



10 Nopember 2009 | 13:22 wib

SEX REVERSAL SI NILA

 

SEX

REVERSAL

Si NILA

(OREOCHROMIS SP)

 

Dewasa ini ikan nila merupakan salah satu ikan ekonimis penting di dunia yang sering dikenal dengan nama freshwater chiken. freshwater chiken sangat digemari masyarakat Jepang dan Eropa sehingga permintaan eksport ikan nila ke negara-negara tersebut dalam bentuk utuh maupun yang sudah di fillet terus meningkat. Disebabkan oleh minat masyarakat yang semakin meningkat maka ikan nila menjadi komiditi yang cukup menarik baik dalam usaha budidaya skala kecil sampai modal besar. Di Jawa Tengah ikan nila telah lama dibudidayakan secara luas oleh para pembudidaya secara luas oleh para pembudidaya ikan air tawar.

Ketersediaan benih yang berkualitas baik/unggul sangatlah diperlukan oleh petani ikan kita agar didapatkan hasil produksi seperti yang diharapkan. Pada akhirnya keuntungan besar seperti keinginan petani ikan pada umumnya dapat diraih dan kesejahteraan pembudidaya ikan akan meningkat.

Terlebih lagi semenjak adanya kasus KHV (Koi Herpes Virus) yang menyerang ikan mas dan koi maka ikan nila menjadi alternatif ikan air tawar yang digemari petani untuk dibudidayakan masyarakan dan menjadi salah satu andalan dalam program rivitalisasi perikanan.

Upaya meningkatkan produksi ikan nila secara terus dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu cara/teknologi yang dapat dikembangkan adalah dengan menghasilkan benih yang seragam adalah dengan metoda Sex Reversal dimana dengan metoda ini diupayakan agar dapat diperoleh benih ikan nila yang berkelamin tunggal, dalam hal ini benih ikan nila berkelamin jantan (monosex jantan). Dengan metoda ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi.

Supaya kita tidak salah dalam memilih dan memilah ikan nila tidak salah dengan jenis lainnya maka terlebih dahulu hendaklah tahu sistematika/klarifikasi sbb:

Philum                     : Chordata

Subphilum               : Vertebrata

Kelas                       : Pisces

Subkelas                  : Acanthopterigii

Suku                        : Cichlidae

Genus                      : Oreochromis

Spesies                    : Oreochromis sp

 

CIRI CIRI

Ciri-ciri umum ikan nila adalah bentuk badannya panjang, bentuk tubuh pipih, sisik besar dan kasar, kepala relatif kecil, garis linea lateralis terputus dan terbagi dua yaitu bagian atas dan bagian bawah memiliki 5 buah sirip dengan rumus D.XVI.12 ; C.V.1.5 ;P,1,2 dan A,III,9. nila biasa hidup diperairan tenang seperti danau, rawa dan waduk.

Ikan nila termasuk ikan yang bersifat omnivora dan sangat menyukai makanan alami seperti Rotifera, Daphnia sp, Moina  dan benthos. Selain itu dapat juga diberi pakan tambahan seperti pellet, dedak dan lain lain.

Ikan nila yang dapat memijah sepanjang tahun dan mulai memijah pada umur 6 - 8 bulan. Dari seekor induk ikan nila betina seberat 200 - 400 gr dapat menghasilkan benih sebanyak 500 - 1.000 ekor.

 

PERALATAN DAN BAHAN

Peralatan yang diperlukan berupa timbangan, baskom, sprayer, aerator dan serok.

Sedangkan bahan yang diperlukan  dalam metoda sex reversal ini adalah larva ikan nila, alkohol absolud 90%, alkohol 70%, Hormon 17? Methyl Testoteron dan pellet berbentuk tepung.

 

CARA MONOSEX JANTAN

Ada 2 (dua) cara/metoda sex reversal yang dapat dilakukan untuk membuat kelamin tunggal, yaitu :

1. System Oral

    (Pemberian pakan berhormon)

 

Pada cara ini menjadikan kelamin tunggal dilakukan dengan cara mencampur hormon 17? methyl Testoteron pada pakan yang akan diberikan pada larva. Caranya sebagai berikut :

a.Untuk satu(1)kg pellet (bentuk tepung) memerlukan campuran 60 mg 17? Methyl Testoteron

b.Hormon 17? Methyl Testoteron kemudian dicampur dengan 20 ml alkohol absolud 90% dan aduk sampai rata, kemudian tambahkan 100 - 150 ml alkohol 70% dan aduk hingga homogen

c. Setelah itu semprotkan/tuangkan larutan hormon kedalam pellet sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rata. Kemudian angin anginkan campuran tersebut hingga kering, tetapi ingat jangan sekali kali mengeringkannya dengan cara menjemurnya langsung dibawah terik matahari, karena akan merusak khasiatnya.

d. Agar dapat bertahan lama masukkan masukkan pellet kedalam plastik dan simpan dalam refrigerator. Dengan demikian pellet dapat bertahan sampai 3 bulan.

e. Pemberian pakan berhormon dilakukan  dilakukan selama 21 - 25 hari dimulai pada hari keenam (larva umur 6 hari) dengan dosis pemberian pakan 30% pada minggu I, 20% pada minggu ke II dan 15% pada minggu ke III dari berta total biomassa.

 

2.SISTEM DIPPING

   (Perendaman).

Pada cara ini upaya menjadikan kelamin tunggal/sejenis dilakukan dengan cara mencampur larutan hormon 17? Methyl testoreron pada air yang akan digunakan untuk merendam telur pada saat ukuran bintik mata, sedangkan caranya adalah sebagai berikut :

  1. Timbang hormon 17? Methyl testoteron  sebanyak 75 mg
  2. Larutkan hormon dalam alkohol absolud 90% sebanyak 3-4 tetes dan aduk hingga merata
  3. Tuangkan larutan hormon kedalam wadah (baskom, akuarium dll) yang berisi 15 liter air dan aduk hingga merata
  4. Larutan dapat digunakan untuk 10.000 butir telur (Fase bintik mata), dengan cara merendam larva selama 6 jam kedalam larutan yang diberi aerasi.
  5. Selanjutnya larva dipelihara kedalam kolam pemeliharaan yang telah dipersiapkan.

 

Mengingat begitu banyaknya konsumen penyuka ikan nila hal ini akan menumbuhkan minat pembudidaya ikan air tawar di Jawa Tengah  untuk membudidayakan ikan nila di kolam miliknya. Oleh karenanya dukungan  pengembangan teknologi perbenihan dalam hal ini perbaikan mutu genetika dengan program monosex nya perlu terus dipelajari dan dikembangkan agar pada akhirnya dapat menghasilkan kualitas bibit unggul yang akan juga meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dan produktifitas perikanan air tawar khususnya ikan nila.

Sukses terus untuk pembudidaya ikan nila di Jawa Tengah. Selamat berkarya GBU ( TIWI)