
Propinsi Jawa Tengah terletak pada 5o 30` LS - 8o 30` LS dan 108o 30` BT - 111o 30` BT, dengan jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 km dan dari Utara ke Selatan 226 km (tidak termasuk Pulau Karimunjawa). Batas - batas wilayah Jawa Tengah yaitu :
- Sebelah Utara : Laut Jawa
- Sebelah Selatan : Samudera Hindia
- Sebelah Timur : Propinsi Jawa Timur
- Sebelah Barat : Propinsi Jawa Barat
Propinsi ini memiliki topografi alam yang bervariasi, antara lain : waduk, telaga, sungai dan rawa yang terbentuk secara alami maupun buatan. Hal ini sangat mendukung untuk pengembangan perikanan di perairan pedalaman Disamping itu, Jawa Tengah memiliki estuari dan pantai yang potensial untuk budidaya air payau. Perairan laut Jawa dan Samudera Hindia, selain kaya akan sumberhayati laut, sehingga sangat bagus untuk perikanan tangkap serta potensial pula untuk perikanan budidaya. Perikanan budidaya mempunyai luas lahan 43.040,75 ha. Produksi perikanan budidaya pada tahun 2004 tercatat sebesar 90.699,3 ton atau naik 2,20% dari produksi tahun 2003 yaitu sebesar 88.749,9 ton. Kenaikan produksi ini berdampak pada peningkatan nilai produksi yaitu sebesar 12,20 % dari Rp. 875.648.455,00 di tahun 2003 menjadi Rp. 982.443.831,00 pada tahun 2004.
Secara umum Jawa Tengah memiliki musim penghujan dan kemarau yang silih berganti setiap tahun. Suhu minimum bulanan adalah 21,30C dan suhu maksimum 30,70C dengan kelembaban rata-rata 24,7%. Jumlah curah hujan berkisar antara 1.547 - 3.989 mm/tahun, sehingga tergolong daerah yang beriklim basah.
Jumlah penduduk di Jawa Tengah pada tahun 2003 sekitar 30 juta jiwa. Sedangkan penduduk Jawa Tengah yang bergerak atau bermata pencaharian di bidang perikanan adalah sebanyak 400.000 orang atau 1,33%.
Pada saat ini, perikanan budidaya didominasi oleh perikanan rakyat dan berjalan penuh gairah serta berkembang cukup pesat. Perikanan budidaya mempunyai peranan yang sangat strategis untuk mengantisipasi menurunnya sumberdaya ikan akibat eksploitasi yang berlebihan dan diharapkan berperan pula dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan ekspor Propinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan hal tersebut, sarana dan prasarana penunjang perikanan budidaya dibenahi secara bertahap dengan baik.